Nobar Piala Dunia di Kutacane Jadi Momentum Penguatan Hubungan Polisi dan Masyarakat

DEWI CYBER

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:31 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Suasana Kota Kutacane di Aceh Tenggara menjelang pelaksanaan ajang sepak bola terbesar dunia tampak lebih semarak dari biasanya. Tahun ini, euforia Piala Dunia 2026 tak hanya terasa dari sorak-sorai di tiap sudut kafe atau rumah-rumah warga. Kepolisian Resor Aceh Tenggara, di bawah komando AKBP Yulhendri, menangkap geliat antusias masyarakat tersebut dengan cara berbeda: menghadirkan momentum kebersamaan melalui gelaran nonton bareng (nobar) di Gedung 38 Setia, jantung kota yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra kegiatan masyarakat.

Langkah menghadirkan fasilitas nobar ini bukan sekadar upaya meramaikan pergelaran sepak bola, melainkan bagian dari pendekatan humanis Polri untuk merengkuh lebih erat lapisan masyarakat. Selama ini, sepak bola memang memiliki magnet tersendiri di tengah warga Kutacane, dari kalangan muda hingga tua, tanpa memandang latar belakang sosial. Semangat serupa yang hendak direkatkan oleh Polres Aceh Tenggara—memberi wadah berkumpul yang aman dan nyaman, sekaligus memupuk komunikasi yang lebih baik antara polisi dan masyarakat.

Gedung 38 Setia, yang dipilih sebagai lokasi nobar, disulap menjadi ruang publik yang ramah bagi siapa saja. Layar besar dan sistem suara berkualitas dihadirkan untuk memastikan setiap gol, setiap sorakan, dan setiap detik ketegangan pertandingan bisa dinikmati bersama. Petugas kepolisian juga bersiaga memberikan kenyamanan dan rasa aman sepanjang pertandingan berlangsung, memastikan kegiatan berlangsung kondusif tanpa kekhawatiran mengenai keamanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik konsep nobar yang sederhana, terdapat muatan nilai yang besar. AKBP Yulhendri menekankan pentingnya momentum seperti ini dalam mempererat kebersamaan, persatuan, serta menciptakan komunikasi yang lebih harmonis antara jajaran kepolisian dan warga. Pendekatan semacam ini sekaligus menjadi cerminan perubahan paradigma pengayoman Polri: hadir bukan hanya saat penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian pemersatu masyarakat dalam peristiwa sosial dan hiburan. Harapannya, konsep ini dapat memecah jarak psikologis yang kadang masih terasa antara masyarakat dengan aparat.

Fakta di lapangan menunjukkan, respons masyarakat terhadap inisiatif Polres Aceh Tenggara sangatlah positif. Banyak warga, seperti Sutrisno (42), menilai bahwa menghadiri nobar di Gedung 38 Setia memberi pengalaman berbeda—lebih seru, lebih meriah, dan mempertemukan banyak kawan sebaya yang memiliki kecintaan sama pada sepak bola. Ornamen-ornamen sederhana seperti bendera tim nasional dan atribut Piala Dunia turut menghias ruangan, membangkitkan semangat kompetisi yang sportif. Ada sukacita yang terasa kolektif, tawa dan canda anak-anak hingga orang tua yang larut dalam semangat mendukung tim favorit.

Bagi beberapa tokoh masyarakat, langkah ini justru dianggap sebagai angin segar. Kegiatan menghimpun massa seperti ini, menurut mereka, sebaiknya menjadi tradisi pada momentum penting lain di masa mendatang. Selain menghidupkan ruang publik yang sehat, kehadiran polisi yang membaur dengan masyarakat dalam suasana riang dapat membangun kepercayaan dan mengikis sekat-sekat yang mungkin pernah ada.

Di sisi lain, Polres Aceh Tenggara memandang kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial. Pelibatan masyarakat dalam kegiatan bersama menjadi aset penting dalam menjaga Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Selain mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan sportivitas selama laga berlangsung, Polres juga memberi ruang bagi dialog informal antara petugas keamanan dan masyarakat. Lewat obrolan ringan selama rehat pertandingan, sering lahir harapan-harapan kecil yang menyiratkan kebutuhan nyata masyarakat terhadap kehadiran polisi sebagai sahabat, bukan sekadar penegak hukum.

Di tengah gegap gempita Piala Dunia 2026, Gedung 38 Setia di Kutacane pun semakin sering menjadi saksi kehangatan interaksi di antara warga. Bagi Polres Aceh Tenggara, inisiatif ini diprediksi menjadi ajang strategis mempererat kedekatan, memupuk rasa saling percaya, dan menghadirkan kegembiraan kolektif. Keramaian di setiap sesi nobar bukan semata-mata euforia sepak bola, tetapi juga perayaan kebersamaan di atas perbedaan. Hingga akhir turnamen mendatang, harapan itulah yang ingin terus dijaga: masyarakat Kutacane tidak hanya larut dalam pesta sepak bola dunia, melainkan turut merawat harmoni dengan Polri untuk kehidupan sosial yang lebih solid ke depan. )RED)

Berita Terkait

Bobrok Moral! Oknum Pengurus Pokja PWI Jaksel Diduga Nikmati Uang Haram Retribusi Sampah Pesanggrahan
Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan
Pengobatan Alat Vital Kualatungkal Jabung Abdulazis Atasi Ejakulasi Dini
Pilkades Karang Bahagia Diduga Cacat Hukum? Oknum Panitia Terbukti Jadi Pengurus Partai
Pengobatan Alternatif Di Medan H.Abdulazis Ahli Pembesar Penis
Kritik Keras LSM GANAS: Pengurus DPD Golkar Kabupaten Bekasi Dinilai Bobrok Secara Administrasi
Ahli Terapi Vitalitas Padang H.Abdulazis Pakar Pembesar Alat Vital
BBC Desak Pemkot Bandung Kembalikan CFD Buah Batu: “10 Tahun Kami Kelola Gratis, Sekarang Dianggarkan Miliaran”

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Lantik 17 BPD Kabupaten/Kota, HIPKA Jabar Perkuat Jaringan Pengusaha dan Ekonomi Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Sederhana Tapi Terpandang: Kisah Bapak Djuri dan Ibu Djuri, Pemilik Kontrakan yang Tetap Setia di Dunia Fotografi

Senin, 21 September 2026 - 11:03 WIB

P2KD Karangbahagia Tetapkan Caum Raih Perolehan Suara Terbanyak dan Terpilih Sebagai Kepala Desa Periode 2026-2034

Minggu, 20 September 2026 - 23:56 WIB

Diundang Makogartap II, Humas GRIB Jaya Jabar Apresiasi Turnamen Catur Piala Panglima TNI ke-81

Minggu, 20 September 2026 - 14:15 WIB

Nina Marliana: Di Usia Pensiun, Ketua BERKOBAR Ini Pilih Tetap Bermanfaat Untuk Bandung

Minggu, 6 September 2026 - 16:25 WIB

DPD KKJN Jawa Barat Resmi Dilantik, Tekad Kuat Wujudkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Wali Kota Bandung “Pasang Badan” Demi 900 Siswa SDN 026 Bojongloa *BANDUNG, http://DEWICYBER.NET* – Hak anak untuk memperoleh

Senin, 27 Juli 2026 - 11:06 WIB

Farhan: Siskamling dan Layanan 110-112 Jadi Kunci Cegah Kriminalitas di Bandu

Berita Terbaru