Sederhana Tapi Terpandang: Kisah Bapak Djuri dan Ibu Djuri, Pemilik Kontrakan yang Tetap Setia di Dunia Fotografi
*BANDUNG -* Di balik hiruk pikuk Kota Bandung, ada sosok panutan yang tetap konsisten dengan kesederhanaannya. Mereka adalah Bapak Djuri dan Ibu Djuri, pasangan yang dikenal luas di Kecamatan Sukajadi dan di mata kolega se-Bandung Raya sejak tahun 1998 hingga saat ini. Pada Minggu (4 /10/26). Saat berkunjung ke rumah Dewi Apriatin. Jalan Babakan Cianjur Kelurahan Campaka Kecamatan Andir Kota Bandung Jawa Barat.
Selama 26 tahun, nama keduanya tidak pernah lepas dari perhatian para kolega, sahabat, dan warga. Bukan karena gemerlap harta, tapi karena sikapnya yang rendah hati, tidak takabur dan tidak sombong, meski dikenal sebagai pemilik kontrakan di kawasan Sukajadi.
Keseharian Bapak Djuri dan Ibu Djuri diisi dengan kegiatan yang positif. Keduanya masih aktif sebagai fotografer profesional, sebuah profesi yang mereka tekuni sejak dulu dengan penuh dedikasi. Di sela-sela kesibukannya, Bapak Djuri juga tercatat sebagai kontributor di beberapa media online di Jawa Barat, berbagi informasi dan pengalaman dengan gaya jurnalistik yang santun.
“Beliau keluar rumah hanya untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan di rumah. Selebihnya untuk silaturahmi,” ujar salah satu warga yang mengenal dekat keluarga tersebut.
Buah dari didikan yang baik terlihat dari ketiga anaknya yang kini semuanya telah sukses dan berkeluarga. Keluarga yang harmonis dan menjadi contoh di lingkungannya.
Tak hanya itu, Ibu Djuri juga dikenal sebagai sosok yang ringan tangan. Ia sering membantu orang-orang yang membutuhkan di sekitarnya tanpa banyak bicara. Ketulusan itulah yang membuat mereka dihormati.
Namun, di balik ketulusan itu, ada keprihatinan. Sebagai pasangan yang terpandang dan mudah bergaul, terkadang kebaikan Bapak dan Ibu Djuri dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, termasuk oleh beberapa wartawan baru yang belum memahami etika pertemanan.
” Berteman boleh dengan siapa pun, tetapi jangan sampai dibumbui dengan hal-hal yang kurang baik. Nanti bisa merenggangkan hubungan pertemanan,” pesan seorang kolega dekat yang berharap hubungan baik tetap terjaga.
Bapak Djuri dan Ibu Djuri sendiri tetap menunjukkan sikap bijak. Mereka tidak pernah membalas dengan keburukan, melainkan tetap menjaga persahabatan yang baik kepada siapa pun.
Kisah Bapak dan Ibu Djuri menjadi pengingat, bahwa menjadi terpandang tidak harus dengan penampilan mewah. Kesederhanaan, konsistensi, dan ketulusan membantu sesama, itulah yang membuat seseorang dihormati selama puluhan tahun.
Semoga Bapak dan Ibu Djuri selalu diberi kesehatan, panjang umur, dan tetap semangat.
Amin Ya Rabbal Alamin.
(Red) **





































