Nina Marliana: Di Usia Pensiun, Ketua BERKOBAR Ini Pilih Tetap Bermanfaat Untuk Bandung
BANDUNG – Di balik aksi bagi-bagi kacamata gratis untuk 106 anak yatim di Pendopo pada 20 September 2026, ada sosok perempuan tangguh bernama Nina Marliana. Ia adalah Ketua Bersatu Komunitas Bandung Raya atau yang akrab disebut BERKOBAR.

Siapa sangka, komunitas yang kini aktif di berbagai kegiatan sosial itu baru berusia 1 tahun lebih. Masih sangat muda, namun semangat anggotanya yang rata-rata sudah memasuki usia pensiun, justru jauh lebih muda dari usianya.
“Walaupun kami di BERKOBAR ini sudah di usia pensiun, tapi kami merasa harus tetap bermanfaat,” ujar Nina Marliana membuka cerita kepada Dewicyber.net.
Bagi Nina, pensiun bukan berarti berhenti. Bersama rekan-rekannya, ia rutin melakukan kegiatan sederhana namun bermakna, mulai dari jalan pagi bersama, hingga berdiskusi bagaimana bisa membantu warga Bandung di bidang kesehatan, lingkungan, dan sosial.
Komitmen itu mereka buktikan dengan aksi nyata. Sebelum membagikan kacamata gratis, BERKOBAR telah melakukan penanaman pohon di beberapa titik di Bandung, menggelar sunatan massal, merenovasi rumah yatim, hingga memberikan bantuan hidroponik untuk pemberdayaan ekonomi warga.
Pada hari Sabtu itu, BERKOBAR kembali menorehkan kisah. Sebanyak 106 anak dari rumah yatim hadir untuk mengikuti pemeriksaan mata gratis yang difasilitasi di Pendopo.
Hasilnya cukup mengejutkan dan mengiris hati. Dari 106 anak yang diperiksa, ternyata 72 anak diantaranya membutuhkan kacamata untuk bisa belajar dengan jelas. Angka yang tidak sedikit dan membuka mata semua pihak tentang pentingnya kesehatan mata anak.
“Kami sangat kaget, dari sampel 106 anak, 72 anak butuh kacamata. Kami bersyukur hari ini bisa membantu agar mereka bisa belajar dengan baik,” tutur Nina dengan nada haru.
Aksi ini tidak berjalan sendiri. BERKOBAR mendapat dukungan penuh dari Rumah Sakit Dustira Cimahi dan Dokter Catur dari RSPAD yang juga merupakan pembina di komunitas BERKOBAR. Kolaborasi inilah yang membuat pemeriksaan berjalan profesional.
Nina tidak ingin aksi ini berhenti di sini. Ia berharap, dengan jumlah bantuan yang mungkin tidak seberapa, bisa menginspirasi komunitas-komunitas lain di Bandung untuk melakukan hal yang sama di lingkungannya masing-masing.
Menurutnya, membantu tidak harus menunggu kaya atau dengan nilai besar. Cukup dengan kepedulian kecil di sekitar kita, Bandung akan tetap guyub dan saling menguatkan.
“Program unggulan kami memang masih kecil-kecil, karena kami baru setahun. Tapi yang penting jalan terus. Kami tidak eksklusif, kami terbuka untuk bekerja sama dengan komunitas mana pun,” tegasnya.
Kini, dengan 72 kacamata baru yang telah dibagikan, 72 pasang mata anak yatim kembali jernih melihat masa depan. Di balik beningnya kaca itu, ada ketulusan seorang Nina Marliana dan BERKOBAR yang membuktikan, usia pensiun bukanlah akhir pengabdian. Pada Minggu, 20 September 2026 l, di Pendopo Kota Bandung.
(Red)





































