8 Ciri Ayah dan Suami Tidak Konsisten, Ini Faktor dan Cara Memperbaikinya

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:40 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

8 Ciri Ayah dan Suami Tidak Konsisten, Ini Faktor dan Cara Memperbaikinya

*BANDUNG –* Dalam keluarga, konsistensi dan tanggung jawab seorang suami dan ayah menjadi pondasi utama. Ketika dua hal itu hilang, yang terluka bukan hanya istri, tapi juga masa depan anak. Berikut rangkuman ciri-ciri dan faktor penyebabnya dari kacamata psikologi keluarga dan nilai agama.

Ciri-ciri yang Perlu Diwaspadai:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Janji Tidak Sesuai Tindakan

Sering berjanji akan berubah namun pola yang sama terulang. Hal ini membuat istri dan anak kehilangan rasa aman dan kepercayaan.

2. Lalai dalam Nafkah

Bukan soal besar kecilnya nafkah, tapi soal kesungguhan. Berat memberi nafkah wajib, namun ringan membelanjakan uang untuk hobi dan di luar kebutuhan keluarga.

3. Menghindar Saat Konflik

Bukan menyelesaikan masalah, tapi memilih diam berhari-hari, sibuk dengan gawai, atau justru menyalahkan pasangan dan anak.

4. Hadir Fisik, Absen Emosional

Ada di rumah, namun tidak terlibat. Tidak mendengarkan cerita istri, jarang bermain dan membimbing anak.

5. Prioritas Keluarga Inti Terabaikan

Waktu dan perhatian lebih banyak diberikan untuk teman, pekerjaan, atau lingkungan luar, sementara keluarga hanya mendapat sisa.

6. Tidak Transparan Soal Keuangan

Menutupi penghasilan, memiliki utang diam-diam, dan tidak jujur soal kondisi keuangan keluarga.

7. Belum Menjadi Teladan

Mudah emosi, berkata kasar, dan belum memberikan contoh baik dalam disiplin, ibadah, maupun etika di rumah.

8. Tidak Memiliki Visi Keluarga

Menjalani rumah tangga tanpa rencana yang jelas untuk pendidikan anak, kesehatan, dan masa depan bersama.

Faktor Penyebabnya:

Menurut Psikolog Keluarga, ada beberapa faktor yang sering melatarbelakangi. “Banyak laki-laki yang belum selesai dengan dirinya sendiri. Ia tumbuh tanpa figur ayah yang menjadi role model, ditambah tekanan ekonomi dan lingkungan pergaulan yang kurang sehat, sehingga ia belum siap menjalankan peran sebagai pemimpin keluarga,” jelas Psikolog.

Dari sisi agama, tanggung jawab suami sangat jelas. Seorang Ustadz menjelaskan, “Dalam Islam, suami adalah qawwam, pelindung dan penanggung jawab. Nafkah, kasih sayang, dan perlindungan adalah kewajiban. Ketika itu diabaikan, maka pondasi keluarga akan rapuh.”

Faktor lain seperti kecanduan judi online, pinjaman online, game berlebihan, hingga tidak terbangunnya komunikasi sehat sejak awal pernikahan, juga menjadi pemicu.

Lalu Apa Solusinya?

Bukan untuk saling menyalahkan, tapi untuk memperbaiki bersama. Bangun komunikasi terbuka tanpa menghakimi, buat kesepakatan keuangan yang transparan, libatkan pihak ketiga yang netral seperti konselor atau tokoh agama jika diperlukan, dan mulai dari hal kecil yang konsisten, seperti meluangkan 15 menit bermain dengan anak setiap hari tanpa HP.

Keluarga yang kuat bukan keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang mau belajar dan memperbaiki diri bersama.

(Red) **

Berita Terkait

DARURAT PENCABULAN DI SEKOLAH & KANTOR PEMERINTAH: 100 Kasus, Korban 1000 Anak, Ini Solusi Pakar
Keluarga Harmonis vs Keluarga Berantakan: Data, Penyebab dan Solusi Mencegah Retaknya Rumah Tangga
Asyiknya Neng Dara Bermain di Tens Topia Borma Dakota Pasteur
SEHAT ITU SEDERHANA POLANYA: Ketika Pikiran, Piring, dan Dompet Saling Menjaga
Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Wetan, Farhan Tindak Lanjuti Aspirasi Warga soal Banjir dan PJU
Tasyakuran Siraman Rini Anggraeni Jelang Pernikahan, Keluarga Besar Dewi Apriatin Gelar Pengajian dan Doa Bersama
FSPMI Jabar Geruduk DPRD, Tuntut Pengesahan UU Perlindungan Ketenagakerjaan dan Kenaikan Upah 7,5% – 9%
Hijrah Menuju Istiqamah: MHABD Gelar Kajian Akbar, Buya Yahya Bagikan Kunci Keluarga Harmonis
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Wetan, Farhan Tindak Lanjuti Aspirasi Warga soal Banjir dan PJU

Sabtu, 19 September 2026 - 10:37 WIB

Pocari Sweat Run 2026 Hari Pertama Lancar, Pengaturan Jalan Jadi Evaluasi

Jumat, 18 September 2026 - 22:56 WIB

Jambore Gempita 2026 Hadirkan Cara Seru bagi Anak Kota Bandung Belajar Literasi

Minggu, 13 September 2026 - 08:34 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Sabtu, 12 September 2026 - 14:08 WIB

Sampah Jadi Berkah, Great Bandung Dorong Warga Rajin Pilah dari Rumah

Jumat, 11 September 2026 - 22:31 WIB

Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis: Perkuat BIJB dan Efisiensikan Perangkat Daerah

Selasa, 1 September 2026 - 11:18 WIB

Kawasan Gasibu Ditutup Sementara Mulai 1 September 2026 untuk Penataan dan Optimalisasi Kawasan

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Festival AHU 2026 di Bandung: Pemerintah Dorong Integrasi Layanan Hukum dan Mudahkan UMKM Naik Kelas

Berita Terbaru

KOTA BANDUNG

Asyiknya Neng Dara Bermain di Tens Topia Borma Dakota Pasteur

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:06 WIB