SEHAT ITU SEDERHANA POLANYA: Ketika Pikiran, Piring, dan Dompet Saling Menjaga

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:10 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEHAT ITU SEDERHANA POLANYA: Ketika Pikiran, Piring, dan Dompet Saling Menjaga

*Bandung–* Di tengah gempuran informasi diet mahal, obat viral, dan investasi bodong yang menjanjikan hidup sehat instan, kita lupa satu hal mendasar. Sehat itu tidak rumit. Sehat itu sederhana polanya.

Redaksi httpdewicyber.net merangkum pandangan para ahli kedokteran dan gizi terbaik di Indonesia. Kesimpulannya sama: kembalikan sehat pada tiga pilar yang saling mengunci Pikiran Sehat, Makanan Sehat, dan Ekonomi Sehat. Jika satu pincang, dua lainnya ikut tumbang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pilar Pertama: Pikiran Sehat Adalah Obat Pertama

Kementerian Kesehatan RI mencatat, 80 persen penyakit tidak menular berawal dari stres yang tidak dikelola.

“Pikiran yang stres memicu hormon kortisol naik terus-menerus. Kortisol yang tinggi selama 24 jam membuat imun turun, asam lambung naik, tekanan darah melonjak. Tenangkan pikiran dulu, baru badan akan ikut sehat,” tegas dr. Andri Sp.KJ, Psikiater.

Pola pikiran sehat bukan berarti hidup tanpa masalah. Polanya sederhana:

Aturan 8-8-8. 8 jam untuk kerja, 8 jam untuk keluarga, ibadah dan sosial, 8 jam untuk istirahat total. Selama ini kita membaliknya.

Puasa Informasi. Matikan gawai satu jam sebelum tidur. Paparan berita bohong, ujaran kebencian, dan gosip politik adalah pemicu cemas nomor satu hari ini.

Teknik Napas 4-4-6. Saat marah atau cemas, tarik napas 4 detik, tahan 4 detik, buang perlahan 6 detik. Ulangi lima kali. Ini cara termurah menurunkan detak jantung.

Pilar Kedua: Makanan Sehat Itu Lokal, Bukan Mahal

Mitos terbesar adalah makanan sehat harus mahal dan impor. Para guru besar gizi membantahnya.

“Sehat itu bukan diet ketat yang menyiksa. Piring kita sendiri sudah sempurna. 50 persen sayur dan buah lokal, 30 persen karbohidrat kompleks, 20 persen protein. Tempe dan tahu itu sudah diakui dunia sebagai superfood,” ujar dr. Tan Shot Yen, Ahli Gizi Komunitas.

“Kembali ke dapur nenek moyang kita. Musuh terbesar hari ini adalah makanan ultra-proses. Itu racun yang bekerja perlahan,” tambah Prof. dr. Hardinsyah, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University.

Redaksi merangkum pola Isi Piringku dari Kemenkes:

1. Setengah piring adalah sayur dan buah berwarna-warni.
2. Sepertiga piring adalah karbohidrat kompleks: nasi merah, singkong, jagung, ubi.
3. Sepertiga piring adalah protein: ikan, telur, tempe, ayam kampung.

Aturannya adalah 3J: Jumlah pas, Jenis beragam, Jadwal teratur. Makan telat lebih berbahaya daripada makan sedikit lebih banyak. Minum air putih rumusnya 30 ml dikali berat badan. Jika berat 60 kg, maka butuh 1,8 liter per hari, bukan kopi susu dan minuman boba.

Yang lokal itu sehat. Daun kelor, ikan asin, sambal tomat, lalapan, dan pecel adalah makanan sehat kelas dunia yang ada di halaman rumah kita.

Pilar Ketiga: Ekonomi Sehat, Tubuh Ikut Sehat

Ini pilar yang paling sering dilupakan. Stres finansial adalah pemicu penyakit fisik.

“Pasien saya banyak yang sakit maag kronis dan insomnia bukan karena virus, tapi karena gali lubang tutup lubang. Ekonomi yang tidak sehat melahirkan tubuh yang tidak sehat,” ungkap dr. Tirta Mandira Hudhi.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2025 menyebutkan, 70 persen generasi muda mengalami stres berat akibat pinjaman online. Stres finansial meningkatkan risiko hipertensi hingga 2,5 kali lipat.

Pola ekonomi sehat yang disarankan para ahli:

Rumus 40-30-20-10. 40 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen maksimal untuk cicilan wajib, 20 persen untuk tabungan darurat, 10 persen untuk sedekah dan investasi leher ke atas seperti buku dan keterampilan.

Dana Darurat Dulu. Miliki tabungan 3 kali pengeluaran bulanan sebelum berpikir soal investasi. Ini adalah obat anti-panik paling mujarab.

Bedakan Butuh dan Ingin. Tanyakan tiga kali sebelum membeli: Apakah saya butuh? Apakah ada gantinya? Bisakah ditunda 7 hari?

Penutup: Mulai Dari Yang Sederhana Hari Ini

Sehat bukanlah sebuah tujuan akhir yang harus dikejar dengan mahal. Sehat adalah sebuah sistem harian yang dijalankan dengan konsisten.

Pikiran yang sehat membuat makanan tercerna dengan baik. Makanan yang sehat membuat pikiran jernih dalam mengambil keputusan. Ekonomi yang sehat membuat keduanya tidak terganggu oleh kepanikan.

Jangan mengejar sehat yang sempurna. Kejarlah sehat yang konsisten dan sederhana.

Mulailah hari ini dengan tiga langkah kecil: Tidur jam 10 malam tanpa gawai, sarapan telur dan sayur bukan gorengan, dan catat satu pengeluaran tidak penting hari ini.

Sehat itu sederhana. Yang rumit adalah menunda untuk memulainya.

*Naskah Tajuk Rencana ini ditulis oleh:*
*Penulis: Redaksi http//Dewicyber.net*
*Editor: Dewi Apriatin*
*Sumber Ahli: dr. Andri Sp.KJ, dr. Tan Shot Yen, Prof. Hardinsyah IPB, dr. Tirta, Kemenkes RI, OJK 2025*
*Tanggal Tayang: Selasa, 28 Oktober 2026 | 10.00 WIB*

 

Berita Terkait

DARURAT PENCABULAN DI SEKOLAH & KANTOR PEMERINTAH: 100 Kasus, Korban 1000 Anak, Ini Solusi Pakar
Keluarga Harmonis vs Keluarga Berantakan: Data, Penyebab dan Solusi Mencegah Retaknya Rumah Tangga
8 Ciri Ayah dan Suami Tidak Konsisten, Ini Faktor dan Cara Memperbaikinya
Asyiknya Neng Dara Bermain di Tens Topia Borma Dakota Pasteur
Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Wetan, Farhan Tindak Lanjuti Aspirasi Warga soal Banjir dan PJU
Tasyakuran Siraman Rini Anggraeni Jelang Pernikahan, Keluarga Besar Dewi Apriatin Gelar Pengajian dan Doa Bersama
FSPMI Jabar Geruduk DPRD, Tuntut Pengesahan UU Perlindungan Ketenagakerjaan dan Kenaikan Upah 7,5% – 9%
Hijrah Menuju Istiqamah: MHABD Gelar Kajian Akbar, Buya Yahya Bagikan Kunci Keluarga Harmonis
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Wetan, Farhan Tindak Lanjuti Aspirasi Warga soal Banjir dan PJU

Sabtu, 19 September 2026 - 10:37 WIB

Pocari Sweat Run 2026 Hari Pertama Lancar, Pengaturan Jalan Jadi Evaluasi

Jumat, 18 September 2026 - 22:56 WIB

Jambore Gempita 2026 Hadirkan Cara Seru bagi Anak Kota Bandung Belajar Literasi

Minggu, 13 September 2026 - 08:34 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Sabtu, 12 September 2026 - 14:08 WIB

Sampah Jadi Berkah, Great Bandung Dorong Warga Rajin Pilah dari Rumah

Jumat, 11 September 2026 - 22:31 WIB

Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis: Perkuat BIJB dan Efisiensikan Perangkat Daerah

Selasa, 1 September 2026 - 11:18 WIB

Kawasan Gasibu Ditutup Sementara Mulai 1 September 2026 untuk Penataan dan Optimalisasi Kawasan

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Festival AHU 2026 di Bandung: Pemerintah Dorong Integrasi Layanan Hukum dan Mudahkan UMKM Naik Kelas

Berita Terbaru

KOTA BANDUNG

Asyiknya Neng Dara Bermain di Tens Topia Borma Dakota Pasteur

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:06 WIB