Pemkot Cimahi Perkuat Partisipasi Masyarakat Kelola Sampah Melalui Program ISWMP
*CIMAHI* // Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat pengelolaan sampah terpadu dengan meningkatkan partisipasi masyarakat. Upaya itu diwujudkan melalui Pelatihan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah melalui Program Integrated Solid Waste Management Project (ISWMP) di Cimahi Techno Park, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis bantuan tempat sampah terpilah sebagai dukungan penerapan pemilahan sampah dari sumbernya.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira mengatakan, persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan, kualitas hidup, dan masa depan kota.
“Selama ini paradigma kita adalah sampah selesai ketika sudah dibuang. Padahal prosesnya masih panjang. Kita harus mengubah cara pandang, pengelolaan sampah tidak hanya soal membuang pada tempatnya, tapi mengurangi dari sumbernya,” ujar Adhitia.
Ia menjelaskan, Pemkot Cimahi masih bertumpu pada pembuangan ke TPA Sarimukti dengan timbulan mencapai 95-100 ton per hari. Sementara kapasitas TPA tersebut semakin kritis dan diproyeksikan penuh pada akhir Oktober-Desember 2026.
“Karenanya kita perlu upaya konkret. Hadirnya TPST Sentiong menjadi salah satu solusi melalui kolaborasi program ISWMP bersama World Bank, Kementerian PU dan Kemendagri,” jelasnya.
Adhitia menyebut, Pemkot terus melakukan berbagai upaya seperti program Sapu Jagat hingga pelatihan hari ini. Tujuannya mengubah pola dari kumpul-angkut-buang ke TPA menjadi kumpul-sortir-daur ulang.
“Kota yang resik dan bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat dan happy,” pesannya.
Kota Cimahi sendiri menjadi salah satu dari 15 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima program ISWMP. Karena pelaksanaannya dinilai baik, program ini mendapat ekstensi hingga 2027.
“Semoga jadi keberkahan. Bertahap nanti akan datang bantuan Tosa 34 unit, pickup 67 unit, dan mobil kompaktor 5 unit,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Ir. Suprayitno, M.A., mengapresiasi komitmen Pemkot Cimahi. Menurutnya, belum banyak kota yang memisahkan operator dan regulator seperti yang dilakukan Cimahi.
Sebanyak 150 peserta pelatihan diharapkan menjadi agen perubahan dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat RT, RW hingga kelurahan.
Melalui program ISWMP ini, Pemkot Cimahi berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan sehari-hari.
(Red) *





































