PMI Kota Bandung Luncurkan KESWANDU, Perkuat Pasokan Darah Mulai dari Tingkat RW

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026 - 12:23 WIB

5045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMI Kota Bandung Luncurkan KESWANDU, Perkuat Pasokan Darah Mulai dari Tingkat RW

 

BANDUNG, -Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung resmi meluncurkan *KESWANDU (Kesatuan Relawan Pos Yandu)* sebagai kolaborasi dengan Tim Pembina Pos Yandu Kota Bandung. Peluncuran berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Rabu (17/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini menjadi akselerasi pelayanan kesehatan dan kemanusiaan, khususnya untuk mengoptimalkan kebutuhan darah bagi masyarakat yang selama ini kerap dianggap sepele namun menjadi panik saat dibutuhkan.

Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini lahir dari fakta di lapangan terkait ibu hamil berisiko yang membutuhkan transfusi darah.

“Jadi gini, ini kan kerja sama PMI Kota Bandung dengan tim Pembina Posyandu. Karena di Posyandu itu ada program ibu yang berisiko melahirkan membutuhkan darah. PMI dengan kerja sama Posyandu itu mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat tentang kebutuhan darah. Karena biasanya kebutuhan darah suka dianggap enteng, tapi pada saat membutuhkan kadang-kadang panik,” ujar Ade Koesjanto di Pendopo, Rabu (17/9).

Melalui KESWANDU, nantinya akan dibentuk *Satuan Kerja KDD (Korps Donor Darah)* di setiap RW. Satu satker terdiri dari 10 orang, yakni 1 koordinator dan 9 anggota. Satker ini tidak hanya satu per RW, tapi bisa beberapa, agar jangkauan pelayanannya tidak terlalu jauh.

Salah satu tugas utamanya adalah mendampingi ibu hamil.

“Bagi ibu yang hamil itu wajib untuk merekrut calon pendonor 4 orang. Maksudnya untuk digunakan pada saat nanti berisiko, dan syukur-syukur tidak berisiko. Jadi sudah merekrut calon pendonor, itu bisa dari suami atau siapa saja,” jelasnya.

Dengan adanya satker di tingkat RW, masyarakat yang membutuhkan darah tidak perlu lagi kebingungan hingga harus mengumumkan di masjid untuk mencari pendonor.

“Pada kenyataannya suka bingung, saya suka dengar fakta dari lapangan kadang-kadang di masjid diumumkan siapa yang mau donor. Kalau nanti satker sudah ada di RW dan dia informasikan di Posyandu, dan Posyandu sharing tiap pelaksanaan Posyandu menyampaikan informasi tentang kepalangmerahan dan jadwal donor, kebutuhan darah akan lebih optimal dilayani,” kata Ade.

Ke depan, setiap satker KDD juga akan mendapatkan pelatihan kepalangmerahan dari PMI. Selain urusan donor darah, mereka juga akan menjadi jembatan informasi dari Posyandu maupun program Pemerintah Kota Bandung hingga ke tingkat RT/RW.

“Nanti kalau sudah launching, akan ada pelatihan tentang kepalangmerahan. Jadi cakupan masyarakat ke depan di lingkungan RW ini akan lebih baik. Sekarang kan serba online, jadi kita jemput bola kepada masyarakat. Tidak hanya informasi mengenai golongan darah, tapi informasi dari Posyandu atau dari Pemkot bisa tersampaikan dengan baik,” pungkasnya.

Ade menambahkan, saat ini minat donor darah di Kota Bandung terus meningkat, terutama dari kalangan usia 17 tahun ke atas yang sadar donor tidak hanya untuk menolong orang lain, tetapi juga baik untuk kesehatan dan sirkulasi darah.

Program ini juga sejalan dengan himbauan Wali Kota Bandung yang meminta para Camat untuk wajib menjadi pendonor dan mengajak warganya.

(Red)

Berita Terkait

Tasyakuran Siraman Rini Anggraeni Jelang Pernikahan, Keluarga Besar Dewi Apriatin Gelar Pengajian dan Doa Bersama
FSPMI Jabar Geruduk DPRD, Tuntut Pengesahan UU Perlindungan Ketenagakerjaan dan Kenaikan Upah 7,5% – 9%
Hijrah Menuju Istiqamah: MHABD Gelar Kajian Akbar, Buya Yahya Bagikan Kunci Keluarga Harmonis
Kodam Gelar Open Turnamen Atletik di KONI Jabar, 575 Atlet Adu Sportivitas – Dandim 0618: Olahraga Pondasi Hidup
Semua Dapat Hadiah! Begini Keseruan Catur Rakyat HUT ke-81 TNI di Graha Tirta Siliwangi
Pocari Sweat Run 2026 Hari Pertama Lancar, Pengaturan Jalan Jadi Evaluasi
Jambore Gempita 2026 Hadirkan Cara Seru bagi Anak Kota Bandung Belajar Literasi
Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Bobrok Moral! Oknum Pengurus Pokja PWI Jaksel Diduga Nikmati Uang Haram Retribusi Sampah Pesanggrahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Pilkades Karang Bahagia Diduga Cacat Hukum? Oknum Panitia Terbukti Jadi Pengurus Partai

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Pengobatan Alternatif Di Medan H.Abdulazis Ahli Pembesar Penis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Kritik Keras LSM GANAS: Pengurus DPD Golkar Kabupaten Bekasi Dinilai Bobrok Secara Administrasi

Kamis, 17 September 2026 - 02:38 WIB

Ahli Terapi Vitalitas Padang H.Abdulazis Pakar Pembesar Alat Vital

Kamis, 10 September 2026 - 22:58 WIB

BBC Desak Pemkot Bandung Kembalikan CFD Buah Batu: “10 Tahun Kami Kelola Gratis, Sekarang Dianggarkan Miliaran”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Tidak Patuhi Putusan Inkrah Komisi Informasi, Kades Jatireja Suwandi Terancam Digugat di PTUN Bandung

Berita Terbaru