Kodam Gelar Open Turnamen Atletik di KONI Jabar, 575 Atlet Adu Sportivitas – Dandim 0618: Olahraga Pondasi Hidup
BANDUNG// Komando Daerah Militer (Kodam) menggelar Open Turnamen Atletik di wilayah Jawa Barat sebagai upaya pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial di daerah. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, pada Kamis (24/9/2026).
Turnamen ini diikuti sebanyak 575 atlet dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi TNI dalam membantu KONI, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam membina ekosistem olahraga di daerah.
Komandan Kodim 0618/Kota Bandung, Letkol Inf Albert Frantesca yang menjabat sejak akhir Agustus 2026, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari pembinaan generasi muda.
“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Jadikan olahraga itu pondasi hidup. Orang yang pecinta olahraga itu pasti jiwanya sehat, rohaninya sehat,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Panitia, lanjut Letkol Albert, telah menyiapkan uang pembinaan sebesar Rp 6 juta yang akan dibagikan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi.
Menurutnya, program pembinaan olahraga akan terus berlanjut. Ke depan, Kodam akan menggelar berbagai perlombaan lainnya, seperti adu ketangkasan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga catur, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga di Kodam-Kodam lainnya.
“Harapannya untuk membina masyarakat muda, anak-anak muda untuk lebih mencintai olahraga dan mengisi waktunya dengan kegiatan positif melalui olahraga,” tuturnya.
Sosialisasi Kependudukan Digital dan BPJS
Pada sesi yang sama, juga disosialisasikan mengenai pentingnya kependudukan digital sebagai konektor data bantuan sosial agar tepat sasaran.
Saat ini, sesuai arahan Presiden, penyaluran bantuan akan berbasis data tunggal yang terintegrasi dengan data daya listrik dan kepemilikan kendaraan, seperti Mitsubishi Pajero, Toyota Innova, hingga sepeda motor Vario senilai Rp 30 juta.
“Kalau bayar listriknya saja sudah di atas 2.200 watt dan punya mobil Pajero atau Innova, itu akan terbaca sistem. Nanti yang menilai adalah Dinsos. Tujuannya agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja termasuk wartawan, dan mewajibkan seluruh data masuk dalam daftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kegiatan yang turut dihadiri oleh Panglima beserta jajaran tersebut diliput oleh 10 media dan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Komandan kepada rekan-rekan media.
Penulis: Redaksi





































