Musrenbang Citeureup 2026: Bedah Masalah Kesehatan, Pendidikan, Kemiskinan, hingga Pengangguran
Bogor – Pemerintah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2026 sebagai pijakan strategis penyusunan perencanaan pembangunan Tahun 2027, di Gedung Welasih, Kecamatan Citeureup.Rabu,(28/01/2026)
Forum perencanaan tahunan ini dihadiri langsung Camat Citeureup Aris Nurjatmiko, S.Sos., M.M., para kepala desa se-Kecamatan Citeureup, Wakil DPRD Kabupaten Bogor H. Agus Salim, unsur Forkopimcam, perwakilan CSR Indocement, Ketua PK KNPI, Bapperida, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Citeureup Aris Nurjatmiko menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan ruang “bedah masalah” pembangunan yang harus jujur dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Persoalan kesehatan, pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran tidak bisa diselesaikan secara parsial. Musrenbang ini menjadi titik temu untuk merumuskan solusi nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi warga,” tegas Aris.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia, sekaligus mendorong program intervensi yang lebih tajam dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah Citeureup.
Senada dengan hal tersebut, Wakil DPRD Kabupaten Bogor H. Agus Salim, menyatakan bahwa hasil Musrenbang Kecamatan Citeureup akan menjadi bahan penting dalam pembahasan di tingkat kabupaten. Menurutnya, aspirasi yang lahir dari forum ini harus dikawal agar tidak berhenti sebatas dokumen perencanaan.
“Kami di DPRD berkewajiban memastikan usulan prioritas dari kecamatan benar-benar diperjuangkan dan terealisasi dalam kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya.
Keterlibatan unsur dunia usaha melalui CSR Indocement, organisasi kepemudaan, serta tokoh masyarakat dinilai menjadi kekuatan tersendiri dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor. Musrenbang ini diharapkan melahirkan arah pembangunan Citeureup yang lebih fokus, responsif, dan berpihak pada kebutuhan rakyat, bukan sekadar seremonial tahunan.
(Aminah)**





































