Hiling 1 Hari 1 Malam 4 Sekawan Sawah Kurung Jelajahi Rancabuaya – Santolo – Jayanti
*GARUT* – Empat sekawan dari Komplek Sawah Kurung , Kota Bandung, menggelar hiling 1 hari 1 malam ke pesisir selatan Garut. Perjalanan dimulai Selasa 14 Juli 2026 dan berakhir Kamis 16 Juli 2026 malam. Tiga lokasi yang disambangi adalah Pantai Ranca Buaya, Pantai Santolo, dan pulang lewat Pantai Jayanti. Rombongan ini terdiri dari Ibu Neneng Yeni yang dikenal tajir dan dermawan, Om Supir Ajay alias Adur Mobil, serta dua wartawati senior Dewi Apriatin dan Imas Masriyah.

Perjalanan dari Sawah Kurung menuju Ranca Buaya sejauh ± 170 KM dimulai sejak Rabu pagi. Sepanjang jalan di KM 70 suasana sudah terasa berbeda. Tikungan tajam, tanjakan curam, dan turunan yang menantang membuat perjalanan sedikit menegangkan. Tapi di dalam mobil justru penuh tawa. Lagu-lagu dari musik mobil dan HP masing-masing mengiringi, membuat rasa panik berubah jadi semangat.

Rabu sore rombongan tiba di Pantai Ranca Buaya. Disambut angin laut dan debur ombak, mereka langsung merasakan ketenangan. Di sini mereka ikut menyaksikan Pesta Laut bersama warga, lengkap dengan prosesi larung sesajen dan pagelaran Wayang Golek semalam suntuk. Keindahan laut selatan berpadu dengan kekhidmatan adat membuat malam itu terasa sakral dan berkesan. Ibu Neneng Yeni pun menyempatkan diri berbagi kepada para nelayan.

Kamis pagi, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Santolo dengan jarak ± 25 KM dari Ranca Buaya. Pemandangan laut lepas, pasir putih, dan perahu-perahu nelayan yang bersandar menciptakan panorama yang indah. Empat sekawan ini menikmati suasana santai, foto-foto, dan merasakan angin laut yang sejuk. “Puas banget, rasanya wenang di jiwa dan raga,” ujar Imas Masriyah sambil tersenyum.
Setelah puas di Santolo, rombongan bertolak Pulang lewat Pantai Jayanti. Jaraknya sekitar ± 30 KM dari Santolo. Jalurnya kembali menguji nyali dengan tanjakan dan turunan tajam, tapi terbayar lunas dengan pemandangan tebing karang dan laut biru yang eksotis. Dari tiga lokasi ini, semuanya punya kesan berbeda. Ranca Buaya sakral, Santolo tenang, Jayanti menantang.

Kamis siang kegiatan wisata ditutup, namun rombongan baru bertolak pulang ke Bandung pada Kamis malam 16 Juli 2026. Sepanjang perjalanan pulang, cerita dan tawa terus mengalir. Meski hanya 1 hari 1 malam, rasanya seperti liburan panjang karena semua momen dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Bagi Ibu Neneng Yeni, hiling ini lebih dari sekadar wisata. “Ini tentang menikmati ciptaan Allah, mempererat silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan,” pungkasnya. Dari Sawah Kurung ke Ranca Buaya, Santolo, hingga Jayanti, 4 sekawan ini pulang membawa kenangan indah dan hati yang lebih tenang dari pesisir selatan Garut.
(Red)**





































