Big Bad Wolf Bandung 2026 Hadirkan Konsep “Wisata Literasi dan Kuliner” Pertama di Kota Bandung
*BANDUNG* – Pemerintah Kota Bandung menghadirkan konsep baru dalam pengembangan literasi melalui penyelenggaraan Big Bad Wolf Books 2026 yang dipadukan dengan festival Pages and Plates.
Kegiatan yang berlangsung di Bikasoga pada 3–9 Agustus 2026 ini menjadi penyelenggaraan perdana Big Bad Wolf di Kota Bandung sekaligus memperkenalkan konsep wisata literasi kepada masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Big Bad Wolf bukan sekadar pameran buku biasa. Event ini dirancang sebagai destinasi wisata yang menggabungkan aktivitas literasi, rekreasi, dan kuliner.
“Ini lebih dari sekadar pameran buku. Ini event pertama di Kota Bandung yang kami sebut sebagai wisata literasi. Masyarakat datang bukan hanya untuk membeli buku, tetapi juga menikmati suasana, membaca, berwisata, dan yang paling penting mendapatkan pengalaman yang menyenangkan,” ujar Farhan saat membuka kegiatan di Bikasoga, Senin (3/8/2026).
Farhan berharap konsep tersebut dapat menjadi cara baru untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Dengan suasana yang santai dan atraktif, literasi diharapkan menjadi aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi daya tarik wisata baru di Kota Bandung.
Kolaborasi Lintas Sektor
Wali Kota mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang menyukseskan penyelenggaraan Big Bad Wolf di Bandung. Mulai dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Big Bad Wolf Books, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, hingga para sponsor dan mitra lainnya.
“Acara ini harus sukses karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kota Bandung. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga masyarakat Bandung bisa menikmati event literasi bertaraf internasional ini,” katanya.
Padukan Buku dan Kuliner Lokal
Selain menghadirkan jutaan koleksi buku, Big Bad Wolf Bandung juga dipadukan dengan festival kuliner *Pages and Plates*. Konsep ini memberi ruang bagi masyarakat menikmati sajian kuliner lokal sembari membaca dan berburu buku.
Farhan menilai perpaduan literasi dan kuliner merupakan inovasi yang mampu menarik lebih banyak pengunjung untuk datang dan menikmati pengalaman membaca dalam suasana berbeda.
Dorong Literasi Finansial dan QRIS
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, *Junanto Herdiawan*, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan.
“Kami terus mendukung peningkatan literasi, khususnya literasi finansial. Seluruh transaksi di kegiatan ini juga didorong menggunakan QRIS sebagai bagian dari edukasi pembayaran digital kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto menyampaikan rasa syukur karena akhirnya bisa menghadirkan festival buku internasional tersebut di Kota Bandung.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk menemukan berbagai buku yang bisa menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan.
Big Bad Wolf Books Bandung 2026 berlangsung mulai 3 hingga 9 Agustus 2026, pukul 10.00–22.00 WIB di Bikasoga Bandung. Masuk gratis.





































