Sampah Jadi Berkah, Great Bandung Dorong Warga Rajin Pilah dari Rumah

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:08 WIB

5043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampah Jadi Berkah, Great Bandung Dorong Warga Rajin Pilah dari Rumah

Bandung (kota) //Sampah tak lagi sekadar barang buangan. Di Great Bandung, sampah dipilah dan ditukar menjadi sesuatu yang bernilai mulai dari voucher belanja hingga layanan pemeriksaan kesehatan.

Program tersebut kembali digelar melalui kegiatan rutin belanja bazar pakai sampah dalam rangkaian Hari Jadi ke-216 Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut memberikan contoh langsung dengan menukarkan sampah yang telah dipilah. Sebanyak 8 kilogram sampah kertas dan 0,5 kilogram sampah plastik bersih yang ditimbang menghasilkan nilai Rp22.000.

Nilai tersebut kemudian dikonversi menjadi sejumlah voucher senilai Rp5.000, ditambah bonus berupa layanan pemeriksaan kesehatan.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan inisiatif dari warga ini bisa memberikan nilai tambah tersendiri kepada upaya kita untuk memastikan bahwa penanganan sampah adalah penanganan bersama, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja,” kata Farhan saat meninjau Great Bandung yang digelar di Balai Kota Bandung, Sabtu 12 September 2026.

Menurutnya, keberadaan Great Bandung menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadi motor penggerak dalam menyelesaikan persoalan sampah. Pemerintah memiliki peran untuk memberikan stimulasi sekaligus ruang bagi komunitas agar terus berkreasi.

Farhan berharap gerakan Great Bandung yang selama ini telah berjalan konsisten dapat berkembang hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Saya sangat berharap bahwa komunitas Great Bandung yang pencapaiannya sudah luar biasa ini bisa berkembang sampai wilayah kecamatan dan kelurahan. Itu sangat tergantung kepada teman-teman dari Great Bandung,” ujarnya.

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung, siap memberikan dukungan dan menyediakan ruang agar kolaborasi antara komunitas, masyarakat dan pemerintah dapat terus berjalan.

“Kalau pemerintah pokoknya akan menyediakan tempat dan memberikan dukungan sebisa mungkin agar kolaborasi antara komunitas dan masyarakat dengan program pemerintah berjalan,” ucapnya.

Farhan menilai model pengelolaan sampah yang dilakukan Great Bandung juga berpotensi direplikasi di daerah lain di Jawa Barat.

Ia menyebut, bukan tidak mungkin muncul komunitas serupa di berbagai daerah, seperti Great Bogor atau Great Sukabumi.

“Kalau untuk Kota Bandung, yang pasti ini salah satu contoh bagaimana inisiatif masyarakat ini menjadi motor penggerak utama untuk penanganan sampah dari hulu,” ujarnya.

Farhan mengaku masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung. Persoalan tersebut menurutnya terbagi menjadi aspek teknis dan nonteknis.

Dari sisi teknis, Pemkot Bandung masih melakukan pembenahan manajemen serta teknologi pengangkutan sampah.

“Setelah kami melakukan evaluasi bersama Bappenas, pihak pekerjaan umum serta Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa kemampuan kita untuk melakukan manajemen pengangkutan sampah yang baik itu juga masih jauh tertinggal. Jadi, kita sedang akan memperbaiki salah satunya,” katanya.

Sedangkan dari sisi nonteknis, tantangan terbesar adalah membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah.

Menurut Farhan, pemilahan tidak bisa hanya mengandalkan imbauan. Masyarakat membutuhkan pengetahuan dan edukasi agar memahami jenis serta nilai dari sampah yang mereka hasilkan.

“Memilah itu harus ada pengetahuan dan edukasinya. Maka, kita mulai masuk lewat edukasi dan sosialisasi. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggunakan Gaslah. Itu yang resmi. Yang inisiatif komunitas seperti Great Bandung ini kan memaksa orang untuk mengetahui apa dan bagaimana cara memilah,” jelasnya.

Farhan mengatakan, secanggih apa pun teknologi pengolahan sampah yang digunakan, proses pemilahan tetap menjadi fondasi utama.

“Karena dari awal yang paling penting kita semua menyadari, mau teknologinya canggih apa pun yang digunakan untuk pengelolaan sampah harus ada pemilahan. Titik,” tuturnya. (kyy)**

(Red/HMS)

Berita Terkait

DARURAT PENCABULAN DI SEKOLAH & KANTOR PEMERINTAH: 100 Kasus, Korban 1000 Anak, Ini Solusi Pakar
Keluarga Harmonis vs Keluarga Berantakan: Data, Penyebab dan Solusi Mencegah Retaknya Rumah Tangga
8 Ciri Ayah dan Suami Tidak Konsisten, Ini Faktor dan Cara Memperbaikinya
Asyiknya Neng Dara Bermain di Tens Topia Borma Dakota Pasteur
SEHAT ITU SEDERHANA POLANYA: Ketika Pikiran, Piring, dan Dompet Saling Menjaga
Pemkot Cimahi Perkuat Partisipasi Masyarakat Kelola Sampah Melalui Program ISWMP
Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Wetan, Farhan Tindak Lanjuti Aspirasi Warga soal Banjir dan PJU
Tasyakuran Siraman Rini Anggraeni Jelang Pernikahan, Keluarga Besar Dewi Apriatin Gelar Pengajian dan Doa Bersama

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Wetan, Farhan Tindak Lanjuti Aspirasi Warga soal Banjir dan PJU

Sabtu, 19 September 2026 - 10:37 WIB

Pocari Sweat Run 2026 Hari Pertama Lancar, Pengaturan Jalan Jadi Evaluasi

Jumat, 18 September 2026 - 22:56 WIB

Jambore Gempita 2026 Hadirkan Cara Seru bagi Anak Kota Bandung Belajar Literasi

Minggu, 13 September 2026 - 08:34 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Sabtu, 12 September 2026 - 14:08 WIB

Sampah Jadi Berkah, Great Bandung Dorong Warga Rajin Pilah dari Rumah

Jumat, 11 September 2026 - 22:31 WIB

Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis: Perkuat BIJB dan Efisiensikan Perangkat Daerah

Selasa, 1 September 2026 - 11:18 WIB

Kawasan Gasibu Ditutup Sementara Mulai 1 September 2026 untuk Penataan dan Optimalisasi Kawasan

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Festival AHU 2026 di Bandung: Pemerintah Dorong Integrasi Layanan Hukum dan Mudahkan UMKM Naik Kelas

Berita Terbaru

KOTA BANDUNG

Asyiknya Neng Dara Bermain di Tens Topia Borma Dakota Pasteur

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:06 WIB