Penanganan Sampah Tak Bisa Ditunda, Farhan Fokus Bangun Sistem Pengelolaan Jangka Panjang

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:06 WIB

50136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanganan Sampah Tak Bisa Ditunda, Farhan Fokus Bangun Sistem Pengelolaan Jangka Panjang

Kota Bandung//Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan persoalan sampah saat ini menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Kota Bandung dan mendapat pengawasan ketat dari pemerintah kota.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat memberikan sambutan dalam acara Pagelaran Seni Wanda Sunda di El Hotel Bandung, Sabtu, 17 Januari 2026 malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan para tamu undangan, Farhan mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir dirinya harus terus berada di lapangan untuk memastikan pengelolaan berbagai persoalan kota, khususnya sampah, dapat ditangani secara serius dan terukur.

“Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin kita biarkan begitu saja,” kata Farhan.

Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan instan. Diperlukan fondasi yang kuat serta perencanaan matang agar solusi yang diterapkan benar-benar berkelanjutan dan tidak hanya bersifat sementara.

“Sudah saatnya kita membangun dasar-dasar penanganan sampah dalam kerangka jangka panjang lima sampai sepuluh tahun ke depan,” ujarnya.

Farhan memastikan, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen menangani sampah tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga aksi nyata di lapangan.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengatasi persoalan sampah demi menjaga kebersihan, kesehatan dan keberlanjutan Kota Bandung.

“Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan dan keberlanjutan Kota Bandung,” katanya. (kyy)**

 

Berita Terkait

Keluarga Harmonis vs Keluarga Berantakan: Data, Penyebab dan Solusi Mencegah Retaknya Rumah Tangga
8 Ciri Ayah dan Suami Tidak Konsisten, Ini Faktor dan Cara Memperbaikinya
Asyiknya Neng Dara Bermain di Tens Topia Borma Dakota Pasteur
SEHAT ITU SEDERHANA POLANYA: Ketika Pikiran, Piring, dan Dompet Saling Menjaga
Pemkot Cimahi Perkuat Partisipasi Masyarakat Kelola Sampah Melalui Program ISWMP
Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Wetan, Farhan Tindak Lanjuti Aspirasi Warga soal Banjir dan PJU
Tasyakuran Siraman Rini Anggraeni Jelang Pernikahan, Keluarga Besar Dewi Apriatin Gelar Pengajian dan Doa Bersama
FSPMI Jabar Geruduk DPRD, Tuntut Pengesahan UU Perlindungan Ketenagakerjaan dan Kenaikan Upah 7,5% – 9%

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Keluarga Harmonis vs Keluarga Berantakan: Data, Penyebab dan Solusi Mencegah Retaknya Rumah Tangga

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:40 WIB

8 Ciri Ayah dan Suami Tidak Konsisten, Ini Faktor dan Cara Memperbaikinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Asyiknya Neng Dara Bermain di Tens Topia Borma Dakota Pasteur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:10 WIB

SEHAT ITU SEDERHANA POLANYA: Ketika Pikiran, Piring, dan Dompet Saling Menjaga

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Pemkot Cimahi Perkuat Partisipasi Masyarakat Kelola Sampah Melalui Program ISWMP

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Tasyakuran Siraman Rini Anggraeni Jelang Pernikahan, Keluarga Besar Dewi Apriatin Gelar Pengajian dan Doa Bersama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:08 WIB

FSPMI Jabar Geruduk DPRD, Tuntut Pengesahan UU Perlindungan Ketenagakerjaan dan Kenaikan Upah 7,5% – 9%

Rabu, 30 September 2026 - 09:11 WIB

Hijrah Menuju Istiqamah: MHABD Gelar Kajian Akbar, Buya Yahya Bagikan Kunci Keluarga Harmonis

Berita Terbaru

KOTA BANDUNG

Asyiknya Neng Dara Bermain di Tens Topia Borma Dakota Pasteur

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:06 WIB