Otis Monei Sah dan Resmi Pimpin Suku Besar Wate

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025 - 19:54 WIB

50215 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otis Monei Sah dan Resmi Pimpin Suku Besar Wate

DewiCyber. Net

Nabire, Papua Tengah – Ucapan adat ramau menggema di Taman Gisi Oyehe, Nabire, saat masyarakat Suku Wate menggelar acara Pengukuhan dan Penobatan Kepala Suku Besar Wate, Rabu (19/11/2025) di Taman Gizi Oyehe Nabire Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi ini dipilih secara khusus karena merupakan kampung lama dan tempat peristirahatan leluhur, sehingga memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat Wate.

Acara adat ini turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, tokoh adat, serta perwakilan gereja. Hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Asisten III Sekda Pemprov Papua Tengah, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.Alfred Papare, Wakil Ketua IV DPRP Papua Tengah John NR.Gobai, Anggota DPRP Stela Misiro, Kapolres Nabire AKBP.Samuel D.Tatiratu, SI.K, Dandim 1705/Nabire Letkol.Marudut Simbolon, Ketua DPRK Nabire Nancy Worabay, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Martina Deba,S.E mewakili Bupati Nabire, sejumlah pejabat dilingkungan Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire, sejumlah Kepala Suku, Ketua Paguyuban /Kerukunan, tokoh agama, adat, perempuan dan tokoh pemuda.

Kehadiran Dandim 1705 Nabire terasa istimewa karena yang sebelumnya dinobatkan sebagai “orang Wate” oleh sesepuh Suku. Wate Daniel Mandiwa,

Turut hadir pula tokoh gereja, Pendeta Leonardo Wairara, Ketua BPD GBI Papua Selatan, yang datang khusus untuk memanjatkan doa bagi masyarakat Wate dalam momentum sakral tersebut.

Sejumlah kepala suku dari berbagai wilayah – Mora, Yerisiam, Hegure, Umari, Simapitua, Wah, dan Mee sebagai bentuk penghargaan dan dukungan bagi suku Wate.
Penobatan Otis Monei sebagai Kepala Suku Besar Wate dikukuhkan secara simbolis oleh tokoh/Tua Afat Wate Karius Waray setelah sebelumnya dikukuhkan oleh 10 (sepuluh) Tua Adat mewakili 10 kampung di kediaman Otis Monei di Samabusa Nabire.
Setelah dikukuhkan, Otis Monei diarak dengan diiringi Barisan Adat Wate berpakaian Adat Wate, siswa/siswi TPBI. Sion Nabire Samabusa, dan dengan kawalan mobil aparat TNI-Polri, Otis Monei diiring menuju tempat Penobatan di Taman Gizi Oyehe melalui Jl.Yos Sudarso, Sam Ratulangi, Jl.Jakarta berbelok Jl.Kusuma Bangsa, menuju Jl.Pepera, belok di depan Gedung DPRP-PT, menyusuri Jl.Sisimangaraja, pertigaan Pantai Nabire belok kanan menuju Tugu Cenderawasih Oyehe.

Ditugu Cenderawasih Kepala Suku Besar Wate dan seluruh pengirin turun dari kendaraan dengan berjalan kaki menuju lokasi Penobatan Taman Gizi Oyehe.
Dengan Penobatan itu, Otis Monei secara sah dan redmi menjadi pemimpin tertinggi Suku Besar Wate alias Kepala Suku Besar Wate.

Dalam sambutannya, Kepala Suku Besar Watie Otis Monei, S.Sos., M.Si yang baru dinobatkan mengucapkan syukur kepada Tuhan dan menyampaikan rasa hormat kepada seluruh tokoh yang hadir. Ia juga menegaskan bahwa Suku Wate, meski tidak besar secara jumlah, memiliki wilayah adat yang luas, membentang dari Wapuga hingga Wanggar Pantai dan Wani, berbatasan dengan Waropen di timur, Yerisiam dan wilayah Kaimana–Wendama di barat, Suku Mee di selatan, serta hamparan laut biru di utara yang menjadi sumber kehidupan.

Ia menekankan bahwa kemenangan dalam pemilihan yang diikuti enam kandidat bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan amanah besar dari masyarakat. Ia mengajak seluruh kandidat yang sebelumnya bersaing untuk kembali bersatu membangun suku Watih tanpa perbedaan.

“Secara usia, saya lebih muda dibanding para senior yang turut mencalonkan diri. Karena itu, saya membuka diri untuk menerima setiap masukan dan pikiran demi kebaikan suku besar Wate,” ujarnya.

Penobatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Wate untuk memperkuat persatuan, melestarikan adat, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.

Ajak Seluruh Warga Nabire Jaga Keamanan dan Persatuan

Usai resmi dinobatkan sebagai Kepala Suku Besar Wate, Otis Monei, S.Sos., M.Si., menyampaikan pesan kuat tentang persatuan, keamanan, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Kabupaten Nabire. Saat diwawancarai media, ia menegaskan bahwa Nabire adalah “rumah bersama” yang harus dijaga oleh semua warga tanpa memandang latar belakang.

“Mari kita bangun Nabire sebagai rumah kita bersama. Kita jaga hubungan kita, komunikasi kita, dan kita tolak segala bentuk begal, diskriminasi, dan tindakan-tindakan yang mengganggu kamtibmas,” ujar Otis Monei.

Ia juga menyampaikan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan peran kolektif seluruh masyarakat.

“Keamanan itu tercipta dari kita sendiri. Karena itu, saya mengajak semua masyarakat yang ada di Nabire untuk ikut menjaga keamanan bersama-sama. Satu harapan kita: Nabire lebih baik, Papua Tengah lebih aman,” tegasnya.

Selain itu, Otis menyoroti pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai harga mati. Ia menegaskan komitmen Suku Wate untuk mendukung seluruh program pembangunan pemerintah, baik di tingkat Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah.

“Kita harus menjaga keamanan, menolak hal-hal yang bertentangan dengan negara, dan menjunjung tinggi NKRI sebagai harga mati. Kami Suku Wate mendukung seluruh program pemerintah demi kemajuan daerah,” katanya.

Merah Putih Dominasi Panggung Penobatan

Merah Putih menjadi warna yang mendominasi panggung perhelatan Pengukuhan dan Penobatan Kepala Suku Besar Wate Otis Monei.
Baliho besar yang utama dipanggung utama hanya ada dua warna “Merah dan Putih”
Begitu juga ditenda tamu bagian depan dan samping dihiasi Merah Putih.Bendera Merah Putih juga. berderet dan berkibar di arena dan seputaran Taman Gizi sampai Siriwini.
Bendera Merah Putih juga menghiasi truk-truk yang memuat siswa/siswi YPBI Sion Nabire Samabusa saat mengiringi Kepala Suku Besar Wate menuju lokasi Penobatan di Taman Gizi Oyehe.
Saat marga Wate yang terdiri dari Warai, Monei, Raiki, Taeamori, Hao, Hai, Wai, dan Borotai disebut, mereka berdiri dengan Bendera Merah Putih ditangan.

Acara Penobatan Tuai Sukses Besar

Acara Pengukuhan dan Penobatan Kepala Suku Besar Wate Otis Monei menuai sukses besar. Jalanya acara berlangsung aman, lancar, dan sukses tanpa hambatan.
Oleh karena itu panitia mendapat apresiasi dari semua pihak atas pelaksanaan acara yang sangat meriah penuh hikmah dan nilai sakral adat secara aman dan lancar.
Acara yang telah dipersiapkan secara matang dengan sejumlah rapat/pertemuan panitia sesuai dengan apa yang direncanakan dan diharapkan.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pengukuhan dan Penobatan Kepala Suku Besar Wate, Daud Monei, S.I.P, turut memberikan keterangan resmi mengenai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Suku Wate Tahun 2025 serta laporan sumber pendanaan kegiatan.

Dalam laporannya, Daud menyampaikan bahwa kegiatan Mubes dan penobatan terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat adat.

Ia menyebut beberapa sumber pendanaan yang masuk, antara lain:
sumbangan Masyarakat Adat Kampung Samabusa, bantuan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta sumbangan tokoh masyarakat.

Daud Monei juga menyampaikan pembiayaan digunakan untuk seluruh tahapan kegiatan, mulai dari proses pemilihan, penetapan, hingga puncak penobatan Kepala Suku Besar Wate.

“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, sehingga musyawarah besar dan penobatan hari ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

(B.Edison) **

Berita Terkait

HAN 2026 di Sentra Wyata Guna: 81 Anak Ikuti Khitanan Massal
Klinik Pembesar Penis Lombok H.Abdulazis Atasi Lemah Syahwat
Suasana Sakral Iringi Pengukuhan Hasmaldi sebagai Datuak Suku Malayu Rambai Manih
Bandung Berwarna, Parade AAF 2026 Diserbu Warga
Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara
Keluarga Sembiring Ditindas dengan Dalih Tanpa Bukti, PT LNK Main Hukum Sendiri, Negara Ke Mana?
Jembatan Utama Aih Bobo Putus, Warga Dialihkan Melalui Jembatan Lama dengan Pengawalan Polisi
Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:13 WIB

Tolic Masih Merasa “Dibayangi” Hodak

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:59 WIB

GEBYAR UTAMA 2026 Singgah di Antapani, Urus Pajak Hingga NIB Cukup Sehari

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:19 WIB

KDM: Mau Dapat Subsidi? Sekolah di Jabar Wajib Kelola Sampah

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:04 WIB

Pemkot Bandung Perkerat Patroli 24 Jam Dan Optimalkan Commabd Center Cegah Kriminalitas

Senin, 20 Juli 2026 - 22:05 WIB

Ir. Iswara Serap Aspirasi Warga di Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan TA 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:41 WIB

Hiling 1 Hari 1 Malam 4 Sekawan Sawah Kurung Jelajahi Rancabuaya – Santolo – Jayanti

Selasa, 14 Juli 2026 - 03:41 WIB

Hadiri Nobar Final Hydroplus U-18, Bupati Garut Dorong Kemajuan Sepak Bola Wanita

Selasa, 14 Juli 2026 - 03:13 WIB

Pembukaan MPLS, SMA Pasundan 1 Bandung Angkat Seni dan Budaya Sunda

Berita Terbaru

JAWA BARAT

Tolic Masih Merasa “Dibayangi” Hodak

Senin, 27 Jul 2026 - 08:13 WIB

JAWA BARAT

KDM: Mau Dapat Subsidi? Sekolah di Jabar Wajib Kelola Sampah

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:19 WIB