Kejati Jabar Sambangi SMKN 1 Cimahi, Ajak Siswa Jauhi Kenakalan Remaja Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah
*CIMAHI* – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat nggak mau generasi muda salah langkah. Lewat program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kejati Jabar hadir langsung di SMKN 1 Cimahi, Senin (14/4/2026), buat ngasih “vaksin hukum” ke pelajar.
Kegiatan dipimpin Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, S.H., M.H. Tema yang diangkat nggak main-main: _“Peran Kejati Jabar dalam Mengatasi Kenakalan Remaja”_.
*Kenakalan Remaja = Tiket Masalah Hukum*
Di depan ratusan siswa, Kejati Jabar blak-blakan soal bentuk kenakalan yang sering kejadian: tawuran pelajar, narkoba & miras, ugal-ugalan di jalan, sampai salah pakai medsos yang berujung pidana.
“Tujuan kami simpel: kasih paham sejak dini. Biar kalian tahu, satu aksi iseng bisa jadi catatan hukum seumur hidup,” tegas Nur Sricahyawijaya.
*Bukan Ceramah, Tapi Diskusi Seru*
Program JMS Kejati Jabar nggak mau satu arah. Usai pemaparan materi, acara lanjut sesi tanya jawab. Siswa SMKN 1 Cimahi ternyata kritis. Pertanyaannya beragam, mulai dari “kalau keikut tawuran karena diseret teman gimana?” sampai “posting apa aja yang bisa dipidana di medsos?”
Lewat diskusi itu, Kejati Jabar nanam tiga nilai ke siswa: disiplin, tanggung jawab, dan integritas. Harapannya, pelajar jadi generasi taat hukum dan nggak gampang keseret arus negatif.
*Jaksa Masuk Sekolah: Investasi Masa Depan*
Program JMS ini jadi bukti kalau Kejaksaan nggak cuma kerja di pengadilan. Edukasi hukum ke sekolah adalah langkah pencegahan biar remaja nggak berurusan sama seragam oranye di masa depan.
“Lebih baik kami datang sekarang bawa ilmu, daripada ketemu nanti di ruang sidang,” tutup Nur.
(Red) **





































