Kebebasan Pers di Indonesia: Antara Ancaman dan Perjuangan

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:35 WIB

50122 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebebasan Pers di Indonesia: Antara Ancaman dan Perjuangan

Dewi Apriatin di Bandung, 29 Februari 2026 – Kebebasan pers di Indonesia semakin terancam. Banyak wartawan yang mengalami intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi saat menjalankan tugasnya. Hal ini tidak hanya mengancam keselamatan individu wartawan, tetapi juga merusak prinsip-prinsip dasar kebebasan berekspresi dan hak publik atas informasi yang objektif.

Fungsi wartawan sebenarnya adalah sebagai pilar keempat dalam demokrasi, yaitu sebagai pengawas dan pengkritik pemerintah dan masyarakat. Namun, banyak wartawan yang dibungkam dan dicekal, sementara mereka yang melakukan kesalahan malah teriak maling.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

UU No 40/1999 tentang Pers telah dilecehkan oleh beberapa oknum yang tidak ingin kebenaran diungkap. Ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian kita semua.

*Ancaman terhadap Wartawan*

Menurut laporan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, ada 38 kasus kekerasan jurnalis yang terjadi pada tahun 2025. Dua hari awal di Mei 2025, sudah tercatat 2 kasus kekerasan jurnalis. Adapun di April 2025 tercatat 8 kasus dan jumlah kasus tertinggi di Maret ada 14 kasus ¹.

*Solusi*

Kita semua harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi wartawan dan kebebasan pers. Pemerintah harus memastikan bahwa wartawan dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan bebas dari intimidasi. Lembaga penyiaran dan media harus memastikan bahwa wartawan mereka memiliki kebebasan untuk menyajikan informasi yang akurat dan objektif.

*Pesan untuk Wartawan*

Wartawan harus terus berani dan kuat dalam menjalankan tugasnya. Jangan biarkan intimidasi dan kekerasan menghentikan kamu dari menyajikan kebenaran. Kita semua harus menjadi bagian dari perubahan ini .

Berita Terkait

Ratusan Santri dan Warga Ciantra Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Khidmat di Masjid Al – Hasan Khodijah
Kawasan Gasibu Ditutup Sementara Mulai 1 September 2026 untuk Penataan dan Optimalisasi Kawasan
Festival AHU 2026 di Bandung: Pemerintah Dorong Integrasi Layanan Hukum dan Mudahkan UMKM Naik Kelas
Mengelola Emosi Perempuan: Antara Fitrah Biologis, Psikologi, Dan Bimbingan Nabawi
Butuh Urus PT, Fidusia, atau Kewarganegaraan? Datang ke Festival Layanan AHU di Bandung, Gratis!
Pemkab Bekasi Apresiasi Pembangunan GOR Voli Bintang Mahameru Tirta Bhagasasi
Dandim 0618 Berganti, Letkol Albert Nahkodai Kodim Bandung
Pesta Biru: Wali Kota Apresiasi Persib yang Terus Dekat dengan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 00:38 WIB

Ratusan Santri dan Warga Ciantra Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Khidmat di Masjid Al – Hasan Khodijah

Selasa, 1 September 2026 - 11:18 WIB

Kawasan Gasibu Ditutup Sementara Mulai 1 September 2026 untuk Penataan dan Optimalisasi Kawasan

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Festival AHU 2026 di Bandung: Pemerintah Dorong Integrasi Layanan Hukum dan Mudahkan UMKM Naik Kelas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Mengelola Emosi Perempuan: Antara Fitrah Biologis, Psikologi, Dan Bimbingan Nabawi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Pemkab Bekasi Apresiasi Pembangunan GOR Voli Bintang Mahameru Tirta Bhagasasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Dandim 0618 Berganti, Letkol Albert Nahkodai Kodim Bandung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Pesta Biru: Wali Kota Apresiasi Persib yang Terus Dekat dengan Warga

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Wali Kota Cimahi: Minta Maaf Atas  Ketidaknyamanan Pembangunan Underpass Gatot Subroto. Ini Jelasnya! 

Berita Terbaru