Jabar Fokus Lindungi Kawasan Hutan dan Sumber Air dalam Tata Ruang

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025 - 23:30 WIB

5076 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jabar Fokus Lindungi Kawasan Hutan dan Sumber Air dalam Tata Ruang

KOTA BANDUNG – Dewicyber.net –-Pemda Provinsi Jawa Barat melakukan langkah cepat dalam penataan ruang secara terpadu untuk mengakhiri tumpang tindih kebijakan tata ruang antara level provinsi dan kabupaten/kota yang kerap memicu konflik lahan dan bencana lingkungan.

‎Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Penataan Ruang Induk di tingkat provinsi akan menjadi acuan tunggal bagi seluruh 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Langkah ini telah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎”Orientasi utama tata ruang Jawa Barat adalah melindungi kawasan hutan, area persawahan, serta sumber air seperti rawa, daerah aliran sungai, dan kawasan resapan,” ujar Dedi Mulyadi. Pada Kamis (18/12/25).

‎Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan harmoni antara pembangunan berkelanjutan dengan konservasi lingkungan. Dengan adanya induk tata ruang yang kuat, pemerintah kabupaten/kota diharapkan memiliki pedoman yang tegas dalam menjaga ekosistem di wilayahnya masing-masing.

‎Pemda Jabar juga mendorong Kementerian PUPR untuk segera menetapkan garis sempadan sungai di seluruh wilayah Jawa Barat. Ketetapan ini akan menjadi dasar hukum dalam penertiban sertifikat lahan yang berada di area terlarang.

‎Dalam koordinasi tersebut, tercapai kesepakatan antara Kanwil ATR/BPN Jawa Barat, Perhutani, dan PTPN untuk mempercepat sertifikasi aset-aset negara di wilayah Jawa Barat guna meminimalisir sengketa lahan di masa depan.

‎Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya ketegasan di tingkat daerah dalam menangani alih fungsi lahan yang berisiko menimbulkan bencana bagi masyarakat.

‎”Hari ini sudah bersepakat untuk segera melakukan penanganan terhadap aset-aset negara di Jawa Barat agar segera tersertifikatkan,” katanya.

‎Luas kawasan hutan di Jawa Barat mencapai sekitar 700 ribu hektare, namun kebijakan perlindungan harus berbasis kondisi riil tutupan pohon di lapangan, bukan sekadar data administratif di atas kertas. (*)

Berita Terkait

Siap Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Tebar 21.000 Benih Ikan di Muaragembong
Pemkot Bandung Percepat Penanganan Banjir di Rancabolang dan Derwati
Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias Siswa SDN 02 Sindangjaya
Sekda Bandung Soroti Pentingnya Data Akurat, Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi
KDM : Uang Pesta Pernikahan Lebih Baik untuk Beli Rumah
Kejati Jabar Sambangi SMKN 1 Cimahi, Ajak Siswa Jauhi Kenakalan Remaja Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah
Ekosistem Media Sehat atau ‘Kebun’ Sendiri? Pengamat Kritik Tata Kelola Publikasi Diskominfo Depok
Momen Hangat dan Kebersamaan, Mewarnai Sartijab, Kepala Sekolah SMAN  1 Batujaya

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27 WIB

Siap Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Tebar 21.000 Benih Ikan di Muaragembong

Jumat, 17 April 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Bandung Percepat Penanganan Banjir di Rancabolang dan Derwati

Kamis, 16 April 2026 - 18:01 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias Siswa SDN 02 Sindangjaya

Rabu, 15 April 2026 - 13:33 WIB

KDM : Uang Pesta Pernikahan Lebih Baik untuk Beli Rumah

Selasa, 14 April 2026 - 18:46 WIB

Kejati Jabar Sambangi SMKN 1 Cimahi, Ajak Siswa Jauhi Kenakalan Remaja Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

Senin, 13 April 2026 - 21:45 WIB

Ekosistem Media Sehat atau ‘Kebun’ Sendiri? Pengamat Kritik Tata Kelola Publikasi Diskominfo Depok

Kamis, 9 April 2026 - 13:59 WIB

Momen Hangat dan Kebersamaan, Mewarnai Sartijab, Kepala Sekolah SMAN  1 Batujaya

Kamis, 9 April 2026 - 00:16 WIB

Misteri Pinjam Bendera PT Indomuda: Jaksa Diminta Bongkar Dalang di Balik Korupsi

Berita Terbaru