Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menutup kegiatan Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya Angkatan VI di Mako Marinir Cilandak, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
JAKARTA, — Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menutup kegiatan Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya Angkatan VI di Mako Marinir Cilandak, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Sebanyak 151 siswa kembali ke rumah setelah mengikuti pendidikan karakter oleh Yonif 2 Marinir.
“Sekarang kembali ke sekolah dan bangun masa depan! Kalian harus terus jadi teladan dan cermin kepemimpinan ke depan,” pesannya kepada para siswa.
Ia menilai, perilaku yang ditunjukkan anak-anak bukan sepenuhnya karena kesalahan mereka, tetapi ada peran keluarga.
“Ibu dan Bapak diperintahkan Allah untuk merawat dan membesarkan anak. Semestinya orang tua berlinang air mata ketika dinyatakan tidak sanggup mendidik anak. Ini harus jadi bahan renungan,” ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada orang tua siswa agar menjaga dan mempertahankan karakter anak yang telah ditempa dalam Pendidikan Karakter Panca Waluya. “Anak-anak ini kita serahkan kembali (ke orang tuanya) untuk dijaga dan dirawat. Mereka sudah mengalami perubahan teladan, sudah lebih baik. Jangan sampai kembali pada perilaku awal,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto. Ia mengatakan, keluarga, sekolah, dan lingkungan harus saling berperan untuk mendidik siswa.
“Anak-anak telah berubah karena dikondisikan oleh lingkungan positif, ditempa kedisiplinannya. Tinggal bagaimana pembiasaan ini berjalan terus di rumah. Orang tua harus tegas, begitu pula guru-guru dan lingkungan sekitar,” tuturnya.
Salah satu orang tua siswa, Mursalim sangat mengapresiasi program Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya karena berdampak baik bagi anaknya. “Kami sangat bangga dan bahagia karena ini luar biasa, membuat karakter anak jadi lebih baik, disiplin, lebih menghargai waktu dan lebih toleran kepada temannya,” tuturnya.
Ia pun mengamini amanat Gubernur untuk menjadi orang tua yang lebih baik. “Ini juga pelajaran buat kami supaya lebih baik dalam mendidik anak,” akunya.
Salah satu peserta didik, Gibans Pirlo pun mengaku mendapat banyak pelajaran berharga setelah dua minggu ditempa di Kesatrian Mako Marinir Cilandak. “Senang banget, rasanya campur aduk. Awalnya enggak betah, tapi semakin dijalani merasa ini sangat bagus, soalnya bisa mengubah perilaku saya,” ujarnya.
Siswa SMKN 3 Bogor itu mencontohkan dirinya bisa lebih disiplin, menghargai waktu, dan tidak malas-malasan seperti sebelumnya. “Semoga saya bisa lebih baik dan enggak mengulang kesalahan yang lalu. Karena, yang bisa mengubah diri adalah niat kita sendiri,” pungkasnya.**
(Red/hms) **





































