Indramayu, dewicyber.net
Kabar memprihatinkan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu
Seorang pengajar ekstrakurikuler sekaligus pelatih beladiri berinisial Y resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah diduga melakukan tindak pencabulan terhadap puluhan siswa di Kecamatan Anjatan.
Saat ini, jajaran Polres Indramayu tengah melakukan pengejaran intensif terhadap tersangka yang diketahui menghilang dari kediamannya.
Kasus ini menyita perhatian publik karena jumlah korban yang cukup banyak. Kanit PPA Satreskrim Polres Indramayu, Ipda Ragil Zaini Firdaus, mengungkapkan bahwa hingga kini terdapat 22 korban yang telah diperiksa, terdiri dari 19 anak laki-laki dan 3 anak perempuan.
Saat petugas mendatangi rumah tersangka, lokasi tersebut sudah dalam keadaan kosong. Tersangka diduga melarikan diri bersama keluarganya guna menghindari proses hukum.
Kepala DP2KB-P3A Kabupaten Indramayu, Iman Sulaeman, mengecam keras dugaan perbuatan tersebut. Menurutnya, seorang pendidik seharusnya menjadi pelindung, pembimbing, dan teladan bagi anak didik, bukan justru merusak masa depan mereka.
Pemerintah daerah juga memastikan pendampingan psikologis serta proses visum bagi para korban telah dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma.
Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan tersangka. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi para orang tua agar lebih peka terhadap kondisi anak, terutama dalam kegiatan di luar jam sekolah.
Pengawasan dan komunikasi yang baik sangat dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pihak keluarga korban dan masyarakat berharap tersangka segera tertangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.
Penuntasan kasus ini dinilai penting demi memberikan keadilan bagi seluruh korban dan menjaga keamanan anak-anak di lingkungan pendidikan.





































