Konsesi Lahan Sawit PT.TKA Dengan Masyarakat Tempatan Kembali Dipertanyakan Karena Banyak Ketimpangan

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:56 WIB

5063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsesi Lahan Sawit PT.TKA Dengan Masyarakat Tempatan Kembali Dipertanyakan Karena Banyak Ketimpangan

Dharmasraya, Sumatera Barat – PT. Tidar Kerinci Agung, pelaku usaha perusahaan perkebunan terbesar di Sumatera Barat, dipertanyakan publik karena diduga melalaikan aturan tentang konsesi lahan masyarakat yang dijadikan perkebunan perusahaan.

Dharmasraya, hari ini Rabu (06/02/26), salah satu tokoh masyarakat yang memiliki gelar adat yang dituakan oleh sukunya menyebutkan pada media ini, nama narasumber dilindungi dan bisa disebut saja Datuk. Hal ini merupakan pemasangan portal adat atau hinting yang digunakan untuk menutup lokasi tanah adat yang dalam sengketa dengan pihak perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat juga melibatkan pihak berwenang di tingkat lokal untuk mengadakan audiensi, di mana mereka meminta dukungan terkait kasus-kasus mereka. Temuan yang menarik adalah bahwa masyarakat sering mengarahkan aksi mereka kepada pemerintah daerah daripada ke perusahaan.

Memang awalnya kebanyakan masyarakat mencoba bernegosiasi langsung dengan perusahaan, namun karena perusahaan seringkali tidak merespon, masyarakat kemudian lebih sering menggelar unjuk rasa di depan kantor pemerintah kabupaten atau DPRD.

Dengan kata lain, strategi masyarakat yang paling umum adalah mencoba mempertanyakan keputusan pemerintah daerah dalam mengeluarkan izin perkebunan, meminta dukungan pemerintah untuk menyelesaikan konflik dan agar memberi tekanan yang lebih kepada perusahaan.

Untuk konfrontasi terbuka dengan perusahaan atau pemerintah umumnya dihindari masyarakat di Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat yang berkonflik dengan perusahaan perkebunan, karena kerap kali terjadi adalah kriminalisasi pemimpin protes ini.

Hal ini seperti yang terjadi di beberapa Nagari seperti Nagari Timpeh kecamatan Timpeh yang mempertanyakan lahan masyarakat 500 haktare yang dapat dibeli yang dinilai SHM-nya dalam status hukum, Nagari Lubuk Besar kecamatan Asam Jujuhan patok lahan di perkampungan dan pemukiman padat penduduk juga limbah pabrik yang berdampak pada lingkungan yang memicu komplik baru-baru ini sehingga terjadi demo pada perusahaan perkebunan kelapa sawit PT.TKA.

Ini tentu menunjukkan bahwa pihak yang berwenang di daerah tidak cukup melindungi hak-hak masyarakat untuk menyuarakan keluhan mereka. Akhirnya, pemerintah dan penegak hukum seringkali dinilai lebih memihak kepentingan investasi dibanding substansi perjuangan masyarakat adat.E

(Erman Ali) **

Berita Terkait

Pemkot Bandung Percepat Penanganan Banjir di Rancabolang dan Derwati
Anggaran Media Miliaran di Humas Kemensos Dipertanyakan, Wartawan Soroti Dugaan Maladministrasi
Ekosistem Media Sehat atau ‘Kebun’ Sendiri? Pengamat Kritik Tata Kelola Publikasi Diskominfo Depok
Hukum Dikangkangi, Lahan Sengketa di Gunung Putri Diserobot dan Dirusak Saat Proses Sidang
WASPADA: Indonesia Terancam Krisis Total
Penutupan Dikmata Kesehatan, Kasad : Membentuk Prajurit TNI AD yang Tangguh dan Profesional
Hari Keenam Operasi SAR di KBB, Sebanyak 41 Korban Meninggal Teridentifikasi
Wagub Jabar Pastikan Pencarian Korban Longsor Dilakukan Secara Maksimal
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27 WIB

Siap Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Tebar 21.000 Benih Ikan di Muaragembong

Jumat, 17 April 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Bandung Percepat Penanganan Banjir di Rancabolang dan Derwati

Kamis, 16 April 2026 - 18:01 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias Siswa SDN 02 Sindangjaya

Rabu, 15 April 2026 - 13:33 WIB

KDM : Uang Pesta Pernikahan Lebih Baik untuk Beli Rumah

Selasa, 14 April 2026 - 18:46 WIB

Kejati Jabar Sambangi SMKN 1 Cimahi, Ajak Siswa Jauhi Kenakalan Remaja Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

Senin, 13 April 2026 - 21:45 WIB

Ekosistem Media Sehat atau ‘Kebun’ Sendiri? Pengamat Kritik Tata Kelola Publikasi Diskominfo Depok

Kamis, 9 April 2026 - 13:59 WIB

Momen Hangat dan Kebersamaan, Mewarnai Sartijab, Kepala Sekolah SMAN  1 Batujaya

Kamis, 9 April 2026 - 00:16 WIB

Misteri Pinjam Bendera PT Indomuda: Jaksa Diminta Bongkar Dalang di Balik Korupsi

Berita Terbaru