Suasana Sakral Iringi Pengukuhan Hasmaldi sebagai Datuak Suku Malayu Rambai Manih

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:19 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEWYCIBER.NET

KAB. PASAMAN BARAT, || Suasana khidmat, sakral, dan penuh nuansa adat mewarnai pelaksanaan Alek Peresmian Gelar Datuak, yang mengukuhkan Hasmaldi Dt. Jalelo Rambai Manih, sebagai “Datuak Suku Malayu Rambai Manih”. Prosesi adat tersebut berlangsung di Rumah Induk Kaum Dt. Jalelo Rambai Manih, Nagari Sariak, Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (15/7/2026).

Alek adat ini dihadiri oleh para Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, serta anak, cucu, dan kamanakan Suku Malayu Rambai Manih yang datang dari berbagai daerah untuk menjadi saksi pengukuhan pemimpin adat baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Hasmaldi Dt. Jalelo Rambai Manih, sambutan salah seorang Mamak kaum suku Melayu Rambai Manih, penampilan kesenian tradisional Minangkabau Tambua Tasa, kemudian ditutup dengan doa selamat dan syukuran.

Dengan pengukuhan tersebut, Hasmaldi resmi menerima amanah sebagai “Datuak Suku Malayu Rambai Manih” yang memiliki tanggung jawab memimpin kaum, menjaga marwah adat, mempererat persatuan anak, cucu, dan kamanakan, serta melestarikan nilai-nilai luhur adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

Dalam pidato perdananya, Hasmaldi Dt. Jalelo Rambai Manih menegaskan bahwa gelar Datuak bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

Hari ini bukanlah hari ketika saya menerima kemuliaan. Hari ini adalah hari ketika kaum memberikan amanah yang sangat besar kepada saya. Gelar Datuak bukanlah kebesaran yang harus dibanggakan, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, di hadapan adat, dan di hadapan seluruh anak, cucu, serta kamanakan.”

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menjadi pemimpin adat yang mengutamakan musyawarah, berlaku adil, terbuka menerima nasihat, serta mengayomi seluruh anak kamanakan tanpa membeda-bedakan.

Menurutnya, Rumah Gadang harus menjadi tempat berkumpul dan mempererat tali persaudaraan, bukan menjadi ruang perpecahan. Ia mengajak seluruh keluarga besar Suku Malayu Rambai Manih untuk meninggalkan segala perbedaan, memperkuat silaturahmi, serta bersama-sama membangun kaum yang rukun, kuat, dan bermartabat.

 

Hasmaldi juga mengingatkan generasi muda agar terus mencintai adat, menghormati orang tua, menuntut ilmu, serta menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Pelaksanaan alek berlangsung penuh semangat kebersamaan dan gotong royong. Seluruh anak, cucu, dan kamanakan turut berpartisipasi dalam menyukseskan prosesi adat sebagai bentuk penghormatan kepada nilai-nilai budaya dan warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Peresmian Hasmaldi Dt. Jalelo Rambai Manih sebagai “Datuak Suku Malayu Rambai Manih” menjadi tonggak penting dalam keberlangsungan kepemimpinan adat di lingkungan kaum. Diharapkan, amanah yang diemban mampu memperkuat persatuan, menjaga marwah kaum, melestarikan adat Minangkabau, serta menjadi teladan bagi generasi penerus dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan, musyawarah, dan kearifan lokal.

(Red)

 

Berita Terkait

BBC Desak Pemkot Bandung Kembalikan CFD Buah Batu: “10 Tahun Kami Kelola Gratis, Sekarang Dianggarkan Miliaran”
Tidak Patuhi Putusan Inkrah Komisi Informasi, Kades Jatireja Suwandi Terancam Digugat di PTUN Bandung
Klinik Pembesar Penis Lombok H.Abdulazis Atasi Lemah Syahwat
Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara
Keluarga Sembiring Ditindas dengan Dalih Tanpa Bukti, PT LNK Main Hukum Sendiri, Negara Ke Mana?
Jembatan Utama Aih Bobo Putus, Warga Dialihkan Melalui Jembatan Lama dengan Pengawalan Polisi
Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk
Nobar Piala Dunia di Kutacane Jadi Momentum Penguatan Hubungan Polisi dan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Pemkab Bekasi Apresiasi Pembangunan GOR Voli Bintang Mahameru Tirta Bhagasasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIB

Aliran Sungai Tercemar, XTC Sexyroad Indonesia Minta Plt Bupati Bekasi Tindak Tegas Perusahaan Nakal

Kamis, 23 April 2026 - 15:26 WIB

Panitia Pengisian BPD Desa Setialaksana Mulai Terima Pendaftaran Calon Anggota Periode 2026–2034

Rabu, 22 April 2026 - 09:36 WIB

Pelaksanaan TKA di SDN Sindangsari 04, Sesuai Jadwal, Harapan Anak Mengikuti Jaman

Senin, 20 April 2026 - 12:17 WIB

SD Negeri Sukamanah 04 Butuh Ruang Kelas Baru dan Tambahan Tenaga Pendidikan ‎

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27 WIB

Siap Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Tebar 21.000 Benih Ikan di Muaragembong

Kamis, 16 April 2026 - 18:01 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias Siswa SDN 02 Sindangjaya

Kamis, 2 April 2026 - 16:03 WIB

Suherman Kembali Maju di Pilkades 2026–2034, Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Lenggahsari

Berita Terbaru